Hubungan AS-Ukraina Memburuk, Trump dan Zelenskiy Berselisih soal Rusia
Hubungan AS-Ukraina memburuk tajam sepanjang Oktober 2026 ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy agar menghentikan serangan ke fasilitas energi Rusia dan menerima jalur diplomasi yang lebih cepat dengan Moskow. Ketegangan tersebut tidak hanya muncul dalam pernyataan terbuka. Kyiv juga mengeluhkan keterlambatan sistem pertahanan udara, gangguan layanan Starlink untuk operasi militer, serta berkurangnya peringatan dini mengenai serangan rudal Rusia. Pada saat yang sama, Washington melonggarkan sebagian tekanan ekonomi terhadap Moskow dan mendorong pembicaraan baru dengan Presiden Vladimir Putin. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai arah dukungan Amerika terhadap Ukraina pada fase baru perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Keretakan terbaru muncul setelah hubungan Trump dan Zelenskiy sempat membaik pada musim panas. Namun, situasi berubah sejak pertengahan September ketika Trump berulang kali meminta Ukraina menghentikan serangan terhadap kilang minyak dan infrastruktur diesel Rusia. Kyiv tetap melanjutkan kampanye tersebut karena menganggap sektor energi menjadi sumber penting pendapatan perang Moskow. Trump kemudian meningkatkan kritik terhadap Zelenskiy dan pada 10 Oktober bahkan menyatakan Ukraina membutuhkan presiden baru. Ketegangan terus meningkat ketika AS memberi kelonggaran terhadap sebagian sanksi bahan bakar Rusia, sementara Ukraina menghadapi serangan rudal besar ke Kyiv dan sejumlah fasilitas energi.
Hubungan AS-Ukraina Memburuk setelah Perselisihan soal Kilang Minyak Rusia
Akar utama perselisihan terbaru terletak pada strategi Ukraina menyerang infrastruktur energi Rusia. Sejak 13 September, Trump meminta Zelenskiy menghentikan serangan ke fasilitas diesel dan kilang karena menilai tindakan tersebut ikut mendorong harga bahan bakar global. Ukraina tidak mengikuti permintaan itu sepenuhnya. Kyiv tetap menggunakan drone jarak jauh untuk menyerang fasilitas yang dianggap membantu membiayai operasi militer Rusia. Washington kemudian menunjukkan ketidaksabaran yang semakin besar terhadap kebijakan tersebut. Reuters mencatat Trump kembali mengkritik Ukraina setelah serangan ke kilang Rusia berlanjut dan menilai Zelenskiy tidak membantu proses diplomasi.
Perbedaan ini memperlihatkan perubahan prioritas antara kedua pemerintah. Ukraina ingin mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Moskow agar Rusia menghadapi biaya perang yang lebih tinggi. Pemerintahan Trump justru berusaha menekan harga energi dan membuka ruang negosiasi dengan Putin. Trump bahkan memberikan kelonggaran terhadap sebagian sanksi diesel Rusia dengan alasan menjaga pasokan global dan menurunkan harga bahan bakar di Amerika Serikat. Langkah tersebut memicu kritik dari Kyiv dan sejumlah anggota Kongres AS karena dianggap mengurangi tekanan terhadap Moskow ketika Rusia masih melancarkan serangan besar ke Ukraina.
Ketegangan semakin jelas pada 19 Oktober ketika Trump mengatakan Rusia “baik-baik saja” dalam isu Ukraina dan menyatakan Zelenskiy tidak banyak membantu. Ia juga meminta Kyiv mencari orang lain untuk bernegosiasi. Pernyataan itu muncul menjelang pertemuan Zelenskiy dengan utusan khusus AS Steve Witkoff di Oslo. Pertemuan tersebut menjadi upaya Ukraina untuk memperbaiki hubungan dengan Washington sekaligus mempertahankan dukungan militer dan intelijen yang sangat dibutuhkan di medan perang.
Starlink, Intelijen, dan Pertahanan Udara Menjadi Sumber Ketegangan Baru
Perselisihan politik kemudian merembet ke dukungan operasional. Ukraina mengeluhkan pembatasan pada layanan Starlink dan Starshield milik SpaceX yang digunakan untuk komunikasi serta pengoperasian drone. Pada pertengahan Oktober, pejabat Ukraina mengatakan pembatasan kecepatan membuat sistem menjadi tidak stabil untuk perangkat yang bergerak cepat. Kondisi ini mengganggu misi drone serang maupun pertahanan udara. Kyiv menilai gangguan tersebut datang pada saat yang sangat sensitif karena Rusia meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi.
Pemerintah Ukraina juga mengatakan mereka sempat kehilangan akses terhadap peringatan dini serangan rudal Rusia. Zelenskiy menyatakan Kyiv tidak menerima informasi tepat waktu dari mitra Barat ketika Rusia melancarkan serangan besar terhadap jaringan listrik. Washington membantah telah sepenuhnya menghentikan dukungan intelijen, tetapi Ukraina tetap mengeluhkan keterlambatan informasi dan kekurangan interceptor Patriot. Situasi baru membaik setelah 20 Oktober ketika Zelenskiy mengatakan peringatan awal kembali diterima. Pada 24 Oktober, Menteri Pertahanan Ukraina juga menyatakan konektivitas Starlink untuk perangkat militer bergerak cepat telah pulih sepenuhnya.
Pemulihan layanan tidak sepenuhnya menghapus ketegangan karena penyebab gangguan Starlink masih belum jelas. Pejabat Amerika memberikan penjelasan yang berbeda mengenai apakah Gedung Putih ikut mengoordinasikan pembatasan tersebut dengan Elon Musk dan SpaceX. Bagi Ukraina, pengalaman itu memperlihatkan seberapa besar ketergantungan militernya terhadap teknologi dan dukungan Amerika. Kehilangan layanan selama beberapa hari saja dapat mengurangi kemampuan drone dan memperlambat respons terhadap serangan Rusia. Karena itu, Kyiv mulai lebih keras meminta negara Eropa memperbesar peran dalam dukungan pertahanan serta negosiasi.
Trump Dorong Diplomasi dengan Putin saat Kyiv Minta Tekanan Lebih Besar
Di saat hubungan dengan Kyiv memburuk, Trump semakin aktif membuka jalur komunikasi dengan Rusia. Steve Witkoff bertemu Putin di St. Petersburg pada 21 Oktober dan menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan pembicaraan tiga pihak antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat pada November. Moskow kemudian menyatakan siap kembali ke meja negosiasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Trump untuk mempercepat kesepakatan perang sebelum konflik semakin membebani ekonomi global dan politik domestik Amerika.
Namun, Ukraina khawatir diplomasi yang terlalu berorientasi kepada Moskow dapat memaksa Kyiv menerima syarat yang merugikan. Zelenskiy menegaskan setiap kesepakatan harus mencakup jaminan keamanan kuat, dukungan jangka panjang bagi militer Ukraina, dan tidak boleh mengakui perubahan wilayah melalui kekuatan militer. Ia juga menolak gagasan pembicaraan besar mengenai masa depan Ukraina yang tidak melibatkan pemerintah Kyiv secara langsung. Perbedaan pandangan ini membuat diplomasi AS memiliki dua tujuan yang sulit disatukan: mendapatkan komitmen Rusia untuk bernegosiasi sambil mempertahankan kepercayaan Ukraina.
Washington juga menghadapi tekanan dari dalam negeri. Sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat dan Republik mengkritik keputusan Trump melonggarkan sanksi Rusia dan mempertanyakan kemungkinan pembatasan dukungan intelijen untuk Ukraina. Pada 15 Oktober, 22 anggota parlemen dari kedua partai meminta pemerintah menjalankan penuh undang-undang sanksi terhadap Rusia. Anggota DPR Brian Fitzpatrick bahkan mengancam meminta investigasi jika pemerintah mengurangi dukungan intelijen terhadap Kyiv. Meski demikian, beberapa anggota Partai Republik tetap mendukung strategi Trump dan menilai tekanan terhadap kedua pihak diperlukan untuk mendorong negosiasi.
Serangan Rusia ke Kyiv Memperumit Upaya Washington
Diplomasi berlangsung di tengah serangan Rusia yang tetap intens. Pada 22 Oktober, Rusia meluncurkan 21 rudal balistik ke Kyiv. Serangan tersebut memperkuat keraguan Ukraina mengenai efektivitas pendekatan Washington yang mencoba mengurangi tekanan terhadap Moskow. Sebelumnya, Rusia juga melancarkan gelombang serangan terhadap jaringan listrik dan fasilitas penting yang menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan listrik, air, dan pemanas. Zelenskiy menggunakan perkembangan itu untuk meminta AS dan Eropa meningkatkan tekanan ekonomi serta mempercepat pasokan pertahanan udara.
Serangan tersebut juga menyoroti perbedaan narasi antara Washington dan Kyiv. Trump berulang kali mengatakan dialog dengan Putin dapat menghasilkan kemajuan, sementara pemerintah Ukraina menilai tindakan Rusia di lapangan belum menunjukkan kesiapan menghentikan perang. Reuters mencatat Putin memang menyetujui pembicaraan baru, tetapi Rusia tetap melanjutkan operasi militer. Kondisi ini membuat Ukraina berhati-hati terhadap setiap usulan gencatan senjata yang tidak disertai mekanisme pengawasan dan jaminan keamanan.
Pada saat yang sama, kedua pihak tetap membuka peluang kesepakatan terbatas. Rusia dan Ukraina sudah menyetujui gencatan senjata lokal untuk operasi kemanusiaan di Oleshky dan melakukan pertukaran 270 tahanan dari masing-masing pihak. Perkembangan tersebut menunjukkan jalur diplomasi masih bekerja dalam isu tertentu. Namun, kesepakatan kemanusiaan jauh lebih mudah dicapai dibandingkan persoalan wilayah, sanksi, NATO, dan jaminan keamanan yang menjadi inti perang.
Eropa Mulai Mendapat Peran Lebih Besar dalam Strategi Ukraina
Memburuknya hubungan dengan Washington membuat Kyiv semakin menekankan pentingnya dukungan Eropa. Zelenskiy menyatakan negara-negara Eropa harus ikut dalam pembicaraan damai karena mereka akan menanggung dampak keamanan langsung jika perang berakhir tanpa kesepakatan yang stabil. Inggris, negara Nordik, dan sejumlah anggota Uni Eropa juga berusaha menjaga jalur komunikasi dengan Ukraina ketika hubungan Kyiv-Washington mengalami tekanan.
Perubahan ini tidak berarti Ukraina dapat dengan mudah menggantikan Amerika Serikat. Washington masih memiliki kemampuan penting dalam bidang intelijen, pertahanan udara, komunikasi satelit, amunisi, dan dukungan diplomatik. Namun, perselisihan sepanjang Oktober memperlihatkan risiko jika Ukraina terlalu bergantung pada satu mitra. Karena itu, Kyiv mulai mendorong Eropa untuk memperbesar investasi pertahanan, produksi amunisi, sistem pertahanan udara, dan dukungan teknologi. Strategi tersebut juga memberikan Ukraina posisi negosiasi yang lebih kuat jika kebijakan Amerika kembali berubah.
Bagi Eropa, keretakan AS-Ukraina juga menciptakan dilema. Banyak pemerintah Eropa mendukung upaya Trump membuka jalur diplomasi, tetapi mereka tidak ingin proses itu menghasilkan kesepakatan yang mengabaikan kepentingan keamanan Ukraina. Karena itu, beberapa pemimpin Eropa mendorong formula yang menggabungkan negosiasi dengan tekanan ekonomi terhadap Rusia. Pendekatan ini berbeda dengan strategi Washington yang belakangan lebih fleksibel terhadap sanksi dan ekspor energi Rusia.
Hubungan AS-Ukraina Belum Putus, tetapi Masuk Fase Paling Sulit
Meskipun hubungan AS-Ukraina memburuk, kedua negara belum menghentikan kerja sama. Starlink sudah kembali berfungsi penuh, peringatan intelijen kembali mengalir, dan utusan Amerika masih berkomunikasi langsung dengan Zelenskiy. Ukraina juga akan ikut dalam pembicaraan teknis bersama Rusia dan AS pada November. Fakta tersebut menunjukkan hubungan strategis belum runtuh meski tingkat kepercayaan menurun.
Namun, arah hubungan kini jauh lebih tidak pasti dibandingkan beberapa bulan lalu. Trump ingin mencapai kesepakatan cepat dan menekan harga energi menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada 3 November. Ukraina memiliki prioritas berbeda: mempertahankan kemampuan militernya, menjaga tekanan terhadap ekonomi Rusia, dan memastikan setiap kesepakatan tidak membuka peluang bagi Moskow menyerang kembali pada masa depan. Perbedaan tujuan tersebut akan menjadi faktor utama dalam pembicaraan November.
Situasi di medan perang juga akan menentukan seberapa besar masing-masing pihak bersedia berkompromi. Rusia masih mengklaim memiliki keuntungan militer dan mempertahankan tuntutan wilayah, sedangkan Ukraina tetap menolak menyerahkan wilayah secara resmi. Jika pembicaraan November tidak mampu mempersempit perbedaan tersebut, ketegangan antara Kyiv dan Washington dapat kembali meningkat. Sebaliknya, kesepakatan terbatas mengenai gencatan senjata, energi, atau pertukaran tahanan dapat memberikan ruang bagi kedua pihak untuk memperbaiki hubungan.
Perkembangan Oktober 2026 menunjukkan bahwa dukungan Amerika terhadap Ukraina kini tidak lagi berjalan tanpa perdebatan. Washington tetap terlibat, tetapi pemerintah Trump semakin mengaitkan dukungan dengan proses diplomasi dan kepentingan ekonomi domestik. Kyiv tetap membutuhkan Amerika Serikat, tetapi mulai mencari ruang yang lebih besar bagi Eropa. Karena itu, hubungan kedua negara memasuki fase baru: masih menjadi mitra strategis, tetapi dengan perbedaan yang semakin terbuka mengenai bagaimana perang harus diakhiri.