InternasionalViral Internasional

Kawanan Capung Tiba-Tiba Memenuhi California, Hujan Hangat Diduga Jadi Penyebabnya

Kawanan capung di California menarik perhatian warga setelah jumlah serangga tersebut terlihat jauh lebih banyak dibanding musim panas biasanya. Warga melaporkan kelompok capung beterbangan di taman, sekitar danau, kawasan San Francisco Bay Area, hingga lahan pertanian di Fresno County. Seorang pemilik pembibitan tanaman di Oakland bahkan melihat sekitar 100 capung terbang bersama ketika berjalan di sekitar Lake Merritt. Fenomena tersebut terlihat dramatis, tetapi para ahli justru membawa kabar baik. Mereka menduga hujan monsun yang hangat pada akhir musim semi dan awal musim panas menciptakan kondisi ideal bagi capung untuk berkembang. Banyak capung yang terlihat kemungkinan merupakan wandering glider, spesies migran yang mampu menempuh perjalanan jauh dengan memanfaatkan perubahan tekanan udara. Kehadiran mereka juga membantu manusia karena capung merupakan predator efektif bagi nyamuk, kutu daun, lalat buah, dan berbagai serangga kecil lainnya.

Jumlah Capung di California Terlihat Jauh Lebih Banyak

Kemunculan capung saat musim panas sebenarnya bukan fenomena aneh di California. Serangga tersebut biasanya keluar dari lingkungan air ketika mencapai fase dewasa. Namun, jumlah yang terlihat sepanjang musim panas 2026 membuat warga mulai bertanya-tanya. Peter Veilleux, pemilik sebuah pembibitan tanaman di Oakland, mulai melihat kelompok besar sejak Juli. Dalam satu kesempatan, ia memperkirakan sekitar 100 capung terbang bersama ketika dirinya berjalan bersama anjingnya di sebuah taman dekat rumah dan kawasan Lake Merritt. Veilleux kemudian membagikan pengalamannya melalui Facebook. Puluhan orang membalas unggahan tersebut dengan cerita serupa dari San Francisco Bay Area dan daerah California lainnya.

Fenomena serupa muncul jauh dari Oakland. Petani Fresno County Joe Del Bosque melihat kawanan capung terbang sekitar 3 hingga 6 meter di atas lahan pertaniannya pada Agustus. Ia memang melihat capung setiap tahun, tetapi jumlah tahun ini terasa lebih besar daripada biasanya. Laporan dari California Utara juga menunjukkan pola serupa. Warga melihat kawanan di berbagai lokasi selama musim panas, sementara pengamatan lain muncul dari Smith River hingga kawasan perkotaan seperti Oakland dan Dolores Park di San Francisco.

Belum ada sensus resmi yang menghitung total capung di seluruh California. Karena itu, angka pasti populasinya belum tersedia. Fenomena yang menarik perhatian ilmuwan bukan satu kelompok berisi ribuan serangga yang tercatat secara resmi, melainkan banyaknya laporan kawanan besar dari berbagai lokasi. Pengamatan warga di Sacramento bahkan menggambarkan ribuan capung di beberapa area, tetapi laporan tersebut bersifat pengalaman individual dan bukan hasil penghitungan ilmiah.

Hujan Monsun Hangat Diduga Memicu Ledakan Capung

Kathy Biggs, pakar capung sekaligus salah satu penulis buku Dragonflies of California, menduga cuaca memberikan dorongan besar terhadap fenomena tahun ini. California menerima badai monsun hangat pada akhir musim semi dan awal musim panas. Kondisi tersebut kemungkinan menyediakan lingkungan yang mendukung perkembangan capung dalam jumlah besar. Air memainkan peran sangat penting karena capung justru menghabiskan sebagian besar hidupnya sebelum dewasa di bawah permukaan air.

Siklus hidup mereka dimulai ketika capung betina meletakkan telur di air tawar. Telur kemudian menetas menjadi nimfa yang hidup tanpa sayap di bawah air. Fase ini jauh lebih panjang daripada kehidupan capung yang biasa manusia lihat terbang di udara. Nimfa dapat bertahan sedikitnya enam bulan, sementara beberapa spesies menjalani fase tersebut hingga lima tahun. Selama periode itu, mereka sudah menjadi predator dan memakan larva nyamuk, berudu, serta nimfa lainnya.

Ketika waktunya tiba, nimfa meninggalkan air, melepaskan kulit lamanya, lalu berubah menjadi serangga bersayap empat. Hujan hangat dan kondisi lingkungan yang mendukung dapat membantu menciptakan habitat air yang cocok bagi proses tersebut. Jika banyak individu mencapai tahap dewasa dalam periode yang berdekatan, masyarakat kemudian melihat peningkatan jumlah capung di udara.

Namun, para ahli belum menyebut satu faktor sebagai penyebab tunggal. Cuaca, ketersediaan makanan, habitat, siklus musiman, dan migrasi dapat bekerja secara bersamaan. SFGATE mencatat Bay Area juga memiliki faktor lokal seperti habitat yang membaik di beberapa tempat dan sumber makanan yang melimpah.

Banyak yang Diduga Merupakan Wandering Glider

Para ahli menduga banyak capung yang terlihat merupakan wandering glider, spesies migran yang terkenal mampu melakukan perjalanan jauh. Berbeda dari sebagian besar spesies capung California yang cenderung bertahan dekat lokasi tempat mereka muncul, wandering glider dapat bergerak mengikuti kondisi atmosfer yang menguntungkan. California memiliki sekitar 70 spesies capung, tetapi hanya sebagian yang menjalankan pola migrasi jarak jauh.

Capung memiliki kemampuan terbang yang luar biasa untuk ukuran serangga. Kecepatan mereka dapat mencapai sekitar 56 kilometer per jam. Empat sayapnya juga dapat bergerak secara relatif independen sehingga capung mampu terbang maju, mundur, naik, turun, bahkan berhenti melayang di satu titik. Kemampuan tersebut membuat mereka terlihat seperti pesawat kecil ketika mengejar mangsa di udara.

Spesies migran juga memanfaatkan perubahan tekanan atmosfer untuk membantu perjalanan. Biggs menggambarkan perilaku tersebut seperti capung yang “berselancar” mengikuti sistem tekanan udara dari monsun. Kondisi atmosfer yang tepat dapat membawa kelompok besar menuju satu wilayah sebelum mereka kembali bergerak beberapa hari kemudian.

Itulah sebabnya sebuah kawasan dapat tiba-tiba penuh capung lalu kehilangan sebagian besar kawanan dalam waktu relatif singkat. Mereka tidak selalu menetap di satu tempat. Kelompok migran terus mencari habitat, makanan, dan kondisi udara yang membantu perjalanan berikutnya.

Kemunculan Capung Justru Menguntungkan Petani

Walaupun pemandangan puluhan atau ratusan serangga terbang bersama dapat terlihat mengkhawatirkan, kawanan capung di California bukan wabah yang merusak tanaman. Kehadiran mereka justru memberikan keuntungan besar bagi manusia dan pertanian karena capung merupakan predator serangga yang sangat efektif.

Joe Del Bosque menyambut kawanan yang muncul di pertaniannya di Fresno County. Capung memangsa kutu daun, lalat putih, lalat buah, ngengat, dan berbagai serangga lain yang dapat mengganggu tanaman. Bersama kepik yang berburu serangga kecil di permukaan tanaman, capung membantu mengendalikan hama yang sudah terbang. Del Bosque bahkan membandingkan cara mereka berburu dengan pesawat tempur kecil karena capung mengejar dan menangkap mangsa langsung di udara.

Kemampuan berburu tersebut memang luar biasa. Chris Grinter, senior collection manager bidang entomologi di California Academy of Sciences, menjelaskan bahwa capung memiliki penglihatan sangat baik, otot penerbangan kuat, dan kemampuan manuver tinggi. Menurut Grinter, tingkat keberhasilan perburuan capung bahkan melampaui 90 persen. Seekor capung dapat memakan ratusan nyamuk dalam satu hari.

Kehadiran kawanan besar karena itu dapat membantu menekan populasi serangga lain secara alami. Petani memperoleh predator tambahan tanpa harus menambah penggunaan pestisida, sementara warga dapat memperoleh manfaat berupa berkurangnya nyamuk di sekitar taman dan kolam.

Capung juga tidak memburu manusia. Mereka menggunakan kemampuan terbang dan penglihatan tajam untuk mengejar serangga kecil. Jadi, kawanan besar yang beterbangan di taman tidak memiliki perilaku seperti lebah atau tawon yang mempertahankan sarang dan dapat menyerang ketika merasa terganggu.

Sebagian Besar Hidup Capung Justru Berlangsung di Bawah Air

Salah satu fakta paling menarik dari fenomena California adalah betapa singkatnya fase capung yang terlihat manusia. Serangga tersebut dapat menghabiskan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun sebagai nimfa di air, tetapi fase dewasa bersayap biasanya hanya berlangsung beberapa minggu atau bulan.

Selama fase singkat itu, capung memiliki beberapa tujuan utama. Mereka mencari makanan, menemukan habitat baru, berkembang biak, dan memulai kembali siklus kehidupan. Capung jantan dan betina kawin, kemudian betina meletakkan telur di lingkungan air tawar. Generasi berikutnya kembali menghabiskan sebagian besar hidup di bawah permukaan sebelum akhirnya keluar sebagai serangga terbang.

Hubungan kuat dengan air menjelaskan mengapa perubahan cuaca dapat memengaruhi jumlah capung yang terlihat pada musim tertentu. Hujan dapat menciptakan atau memperluas habitat sementara. Suhu juga memengaruhi perkembangan serangga dan ketersediaan mangsa. Ketika beberapa kondisi ideal muncul secara bersamaan, banyak capung dapat mencapai fase dewasa dalam periode yang berdekatan.

California sendiri menawarkan habitat yang sangat beragam. Beberapa spesies muncul sejak awal musim semi ketika salju masih mencair, sedangkan spesies lain mampu hidup di lingkungan Mojave Desert yang panas dan kering. Keragaman tersebut membantu menjelaskan mengapa negara bagian itu memiliki puluhan spesies dengan pola kehidupan berbeda.

Warga Bisa Membuat Halaman Rumah Ramah Capung

Masyarakat yang menyukai fenomena tersebut bahkan dapat membuat lingkungan rumah lebih menarik bagi capung. Biggs menyarankan warga menghindari pestisida dan menyediakan kolam tanpa ikan dengan area terbuka yang mendapat sinar matahari. Kolam memberikan habitat bagi fase nimfa, sedangkan tanaman dan tempat bertengger membantu capung dewasa beristirahat serta mengamati mangsa.

Menghindari pestisida menjadi langkah penting karena bahan kimia tidak hanya membunuh serangga yang dianggap sebagai hama. Pestisida juga dapat mengurangi jumlah mangsa capung atau mengganggu serangga predator yang sebenarnya membantu menjaga keseimbangan ekosistem.

Kolam tanpa ikan memberikan keuntungan lain. Ikan dapat memakan nimfa capung sehingga kolam kecil tanpa predator ikan memberi peluang lebih besar bagi nimfa untuk berkembang. Lingkungan seperti itu sekaligus dapat mendukung serangga dan organisme air lainnya.

Meski demikian, masyarakat tidak perlu mencoba menangkap atau memindahkan kawanan yang muncul secara alami. Capung migran kemungkinan akan pergi sendiri ketika kondisi berubah. Mereka dapat tinggal beberapa hari lalu kembali mengikuti sistem tekanan udara menuju lokasi berikutnya.

Fenomena Langka yang Justru Membawa Kabar Baik

Berbeda dengan ledakan populasi beberapa jenis serangga yang dapat merusak tanaman atau mengganggu masyarakat, kemunculan capung dalam jumlah besar membawa lebih banyak manfaat daripada ancaman. Mereka membantu petani mengendalikan hama, memangsa nyamuk, dan menjadi bagian penting dari ekosistem air maupun darat.

Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana perubahan kecil pada cuaca dapat menghasilkan dampak yang terlihat jelas pada kehidupan satwa. Hujan monsun hangat pada akhir musim semi dan awal musim panas kemungkinan menciptakan kondisi yang menguntungkan, sementara migrasi dan ketersediaan makanan membantu membentuk kawanan yang kemudian terlihat masyarakat.

Para ahli belum memiliki angka pasti mengenai jumlah keseluruhan capung yang muncul di California pada 2026. Karena itu, fenomena tersebut lebih tepat disebut sebagai peningkatan besar penampakan dan kawanan capung, bukan ledakan populasi dengan jumlah tertentu yang sudah terverifikasi.

Bagi warga California, pemandangan itu mungkin hanya berlangsung sementara. Spesies migran dapat meninggalkan suatu wilayah dalam hitungan hari ketika tekanan udara berubah. Namun, selama mereka masih berada di sana, para petani tampaknya tidak keberatan mendapatkan bantuan gratis dari predator udara yang sangat efektif.

Kawanan capung di California akhirnya menjadi fenomena alam yang terlihat dramatis tanpa membawa ancaman besar. Di tengah berbagai berita tentang cuaca ekstrem dan gangguan ekosistem, kemunculan serangga ini justru memberikan sisi berbeda: kondisi alam yang tepat menghasilkan lebih banyak predator alami yang membantu mengendalikan nyamuk dan hama pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *